Tuesday, 12 May 2015

Best Moments of MTV Unplugged

1. Bon Jovi -  Livin’ on a Prayer/Wanted Dead of Alive (1989) https://www.youtube.com/watch?v=0KMD77w8gk8 (Probably the first concert in an MTV event similar with MTV unplugged)


2.  Stone Temple Pilot – Big Empty https://www.youtube.com/watch?v=Uzx26V4WDlA  (1993) Scott Weiland  sitting on a rocking chair





3. Nirvana – Where did you sleep Last Night? (1994)  https://www.youtube.com/watch?v=EYv2czin7WI  The howling Cobain



Other great moments:

Eagles – Hotel California  (1994) https://www.youtube.com/watch?v=7tJ0I2J954A


Eric Clapton – Hey Hey (1992) https://www.youtube.com/watch?v=H4jaCZE-BAU


Kiss – Rock N Roll All Night (1995) https://www.youtube.com/watch?v=4DXq6yf62dU



The Cure  - boys don’t cry  https://www.youtube.com/watch?v=loTSZ-fiqfk  (1991)  


Thursday, 9 April 2015

Kecewa dengan Jokowi?

Tanya (T):  Tuh kabarnya Jokowi banyak ngaconya sekarang. Kecewa dong milih dia?
Jawab (J):  Kalau saya ditanya apakah kecewa dengan kepemimpinan Jokowi yang lemah dan banyak cacatnya, saya kecewa. Dan sebagai rakyat biasa, saya harus mengkritisi Jokowi atau siapa saja yang memimpin Negara ini. Tapi saya tidak pernah kecewa memilih dia.
T: Kok bisa? Kan ente salah pilih?
J: Saya tidak pernah merasa salah pilih.  Saya merasa saya memilih yang terbaik dari dua pilihan itu. saya bangga menghentikan Prabowo untuk melangkah sebagai presiden Indonesia. Bagi saya,  kecewa dengan langkah Presiden Jokowi tidak berhubungan dengan kecewa salah pilih. Bisa keduanya, tapi tidak dengan saya.
T: berarti tidak konsisten dong?
J: bagi saya, dan seringkali saya katakan, sekarang sudah bukan jamannya pilpres. Jadi, tidak usah berdebat yang kontraproduktif antara pro jokowi, anti jokowi, pro prabowo, anti prabowo. Itu masa sudah lewat. Sekarang adalah masanya kembali menjadi warga Negara biasa (kecuali kalau memang anggota parpol tertentu).  Kita lihat apakah presiden dan DPR berpihak pada rakyat atau tidak. Kalau dianggap tidak merakyat, tidak adil, dll, kita sikat, tidak pandang bulu apakah dari kubu Jokowi atau Prabowo. Yang ada sekarang adalah pro-rakyat atau tidak.
T: tapi itu, banyak yang beredar kalau saya tidak salah pilih
J: saya rasa, kita adalah manusia, bukan Tuhan, dan tidak akan pernah jadi Tuhan. Dan, hingga sekarang, belum ada bukti dunia pararel. Tidak ada yang pernah tahu apakah kalau PRabowo yang berkuasa akan lebih baik atau lebih buruk. Dan tidak ada gunanya juga berdebat soal ini, karena ini masalah keyakinan, yang akan mengembalikan kita ke jaman pilpres.  Karena kita tidak pernah tahu kalau Indonesia dipimpin Prabowo, jadi kita tidak pernah tahu apakah kita salah pilih atau tidak. Justru, sekarang  kesempatan bagi kubu Prabowo (KMP) untuk membuktikan dirinya sebagai oposisi yang baik, silahkan berbakti dengan cara mengkritisi pemerintah dengan menjalankan  fatsoen politik.
T: Tapi ente kecewa kan sama Jokowi?

J: Yah, ada kecewanyalah.  Tapi, saya tekankan lagi, ini bukan era dimana kita bela atau anti seseorang mati-matian (dengan berbagai prasangka baik dan buruknya, dan di tengah era photoshop dan kita sebagai konsumen media yang kadang tidak verifikasi, dan rentan dengan fitnah), atau meledek-ledek :”nyenyenyenye…tuh kan, jagoan lo payah. Jagoan gue keren”. Bagi saya itu kekanak-kanakan. Sebaiknya rakyat biasa yang kecewa bersinergi, daripada saling ejek. Kecewa dan nyinyir itu dua hal yang berbeda. Dan banyak juga simpatisan dan bahkan relawan Jokowi yang sekarang mengkritisi pemerintah.  Memang sudah seperti itu alaminya, kembali menjadi rakyat, kembali mengkritisi siapapun presidennya. Tapi bukan berarti orang-orang yang tadinya pro Jokowi terus mengkritisi itu otomatis salah pilih, atau otomatis nyebrang ke kubu sebelah.  Pilihannya bukan on/off semacam itu. Dalam banyak kasus, menyampaikan kritik adalah tanda sayang.

Thursday, 12 March 2015

Mengurus Perpanjangan Paspor di KBRI London dalam setengah hari

Bagaimana caranya perpanjangan paspor selama di Inggris, padahal kita tidak tinggal di London?
1)      Jangan foto apapun untuk biometric. KBRI  London hanya menerima yang latar belakangnya warna merah. Dan ini sesuatu yang langka di Inggris. Nanti saja fotonya di sekitar KBRI London, ada langganan toko tak jauh dari sana (Tanya petugasnya).
2)      Datang sepagi mungkin ke KBRI. Setelah rehat makan siang mereka tidak mau terima dan hanya menerima orang yang mengambil paspor saja. Paspor yang hampir habis masanya juga dibawa.
3)      Siap-siap beli pre-paid self-address envelope (Special Delivery). Jadi tidak perlu menunggu seharian, karena proses lebih dari sehari. Amplop ini bisa dibeli di kantor pos, dan ada juga di sekitar KBRI. Kalau mau nunggu, biasanya 1 hari jadi. Masukkan hari ini sebelum makan siang, selesai besoknya diambil setelah makan siang.

4) bayarnya pakai postal order di kantor pos.

5) ini penting juga:  makan siang di kantin KBRI. enak dan murah banget. dengan 4,50 pounds, bisa makan masakan Indonesia sepuasnya. 

6) jangan lupa cek hari libur, hari KBRI tutup. Mereka libur di hari libur nasional DAN Inggris.

Demikian sekilat info. detil: http://www.indonesianembassy.org.uk/consular/consular_wni_perpanjangan_passport.html

Oh ya, just in case belum pernah ke KBRI London, berikut alamatnya:
Indonesian Embassy
38 Grosvenor Square
London W1K 2HW
Tel. (020) 7499 7661
Fax. (020)7491 4993

Tube terdekat: Bond Street (Jubilee Line).




Monday, 9 March 2015

Asia House Film Festival Opening Gala Night | Asia House

 FYI, In the Absence of the Sun / Selamat Pagi, Malam (Lucky Kuswandi, Indonesia, 2014)  will be the opening film for Asia House Film Festival, 27 March, in London.  http://asiahouse.org/events/asia-house-film-festival-opening-gala-night/ The director will attend the screening. A very interesting film.



Asia House Film Festival Opening Gala Night | Asia House