Friday, 25 September 2026

Khutbah Jumat: Merenungi Waktu lewat Film "Sore"

Khutbah Jumat:  Merenungi  Waktu lewat Film "Sore: Istri dari Masa Depan"  (07 Agustus 2025)


KHUTBAH PERTAMA



(1) Pembukaan Khotbah Jumat

  

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

 

Segala puja dan puji: nikmat iman, islam, dan nikmat Kesehatan.

Dan juga atas karunia perpanjangan waktu, umur panjang, sehingga kita bisa terus beribadah, baik ibadah ritual (hablumminallah) atau ibadah sosial (hablumminannas)

Salam dan salawat kepada junjungan kita.

Nasihat takwa: berhati-hati dalam melangkah, agar selalu menghindari hal-hal yang dimurkaiNya dan menjalankan segala perintahNya.

 

(1)   Di awal saya sebut kita mesti berterima kasih kepada Allah telah memberikan kita waktu dan umur panjang.

Karena, seperti ayat yang saya baca tadi, Waktu dan hari esok sangat penting untuk direnungi dan direncanakan, karena kita di dunia hanya sementara, kata orang Jawa ”Cuma mampir ngombe”, numpang minum

Sebagaimana firman Allah.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

 

(QS. Al-Hasyr: 18)

(2) Film “Sore” dan Refleksi tentang Waktu

Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah,
Baru-baru ini, film pendek berjudul Sore menjadi viral di tengah masyarakat. Film ini menyentuh hati banyak penonton karena berbicara tentang  pentingnya waktu.

Banyak teori bermunculan, semuanya bermuara pada pentingnya memanfaatkan waktu.

(3) “Jangan Mengutuk Waktu, karena Tuhan adalah Waktu”

Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ يَسُبُّ أَحَدُكُمُ الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ

 
“Janganlah kalian mencela waktu, karena sesungguhnya Allah-lah (yang mengatur) waktu itu.”
(HR. Muslim, no. 2246)

Adapun makna hadits, dijelaskan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah:

“Mereka (para ulama) berkata bahwa hadits ini adalah ungkapan (bukan hakiki) karena dulu orang Arab suka mencela waktu ketika terjadi malapetaka dam musibah yang menimpa mereka, baik berupa kematian, pikun, kehilangan harta dan yang lainnya, lalu mereka berkata: “Wahai waktu yang sial!’ atau kalimat lainnya yang mengandung celaan terhadap waktu. Maka berkatalah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa sallam seperti hadits di atas.

Artinya , menurut Imam Annawani, janganlah kalian mencela pembuat kejadian karena apabila kalian mencela pembuat kejadian terkenalah celaan itu kepada Allah Ta’ala, karena Dialah Pembuat kejadian itu. Adapun Ad-Dahr itu sendiri maknanya adalah waktu (masa), dia tidak punya perbuatan bahkan dia adalah makhluk di antara makhluk-makhluk Allah Ta’ala. Dan makna “Sesungguhnya Allah adalah Ad-Dahr (waktu)” artinya pembuat dan pencipta peristiwa dan kejadian. Wallahu A’lam.” [Syarah Muslim 3/15]

 

Hadis ini mengguncang pemikiran filsuf besar Henry Bergson. Bertahun-tahun ia mendalami konsep durée—yang tak sekadar berarti waktu atau durasi tapi durasi eksistensial yang mendalam. Muhammad Iqbal, penyair dan filsuf Muslim, mengutip hadis tersebut saat menjenguk Bergson di Paris pada 1930-an. Saat itu Iqbal sedang mendalami filsafat waktu dan ingin bertemu langsung dengan tokoh penting pemikiran Barat itu.

Dalam Islam, kata ad-dahr bermakna lebih dari sekadar waktu: ia mencakup dimensi keabadian, durasi yang menjadi latar semua peristiwa semesta. Iqbal pernah menulis:

"Jika dahr itu kontinu dan meluas, dan jika itu adalah Allah sendiri—lalu, apa itu ruang?"

(4) Allah Bersumpah Demi Waktu

Dalam Al-Qur’an, Allah sering bersumpah dengan waktu dengan berbagai variasi dan nama, sebagai bentuk penekanan atas pentingnya waktu.  Karena, setiap Allah bersumpah atas nama makhluknya, itu adalah sebuah pernyataan bahwa ciptaannya itu, termasuk Waktu, adalah sangat penting.

Di antaranya:

  1. Surat Al-‘Ashr (103:1-2):

2.    وَالْعَصْرِ (103:1):

"Demi waktu Ashar (sore)." Ayat ini dimulai dengan sumpah Allah SWT atas waktu, menunjukkan pentingnya waktu dalam kehidupan manusia.

3.    اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ (103:2):

"Sungguh, manusia benar-benar berada dalam kerugian." Ayat ini menegaskan bahwa manusia secara umum akan merugi jika tidak memanfaatkan waktu dengan baik

 

  1. Surat Adh-Dhuha (93:1-2):

 وَالضُّحَىٰ (Wad duhaa):

Demi waktu dhuha, yaitu waktu ketika matahari naik sepenggalah setelah terbit.

وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ (Wal laili idzaa sajaa):

Demi malam apabila telah sunyi, yaitu malam yang gelap dan tenang

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ۝٣

mâ wadda‘aka rabbuka wa mâ qalâ

Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ۝٤ wa

wa lal-âkhiratu khairul laka minal-ûlâ

Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).

 

3.     Surat Al-Fajr (89:1–2):

·        وَالْفَجْرِ (wal-fajri):

"Demi fajar". Fajar di sini merujuk pada waktu subuh, saat kegelapan malam mulai sirna dan cahaya mulai menyingsing, menandakan dimulainya aktivitas baru. 

·       وَلَيَالٍ عَشْرٍ (wa layālin 'asyr):

"dan malam yang sepuluh". Para ulama tafsir berbeda pendapat mengenai malam yang dimaksud, namun mayoritas meyakini bahwa yang dimaksud adalah sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, yang merupakan bulan suci dan memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam, terutama terkait dengan ibadah haji. 

 

وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ ۝٤

wal-laili idzâ yasrdan demi malam apabila berlalu.

هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ ۝٥

hal fî dzâlika qasamul lidzî ḫijrApakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh (orang) yang berakal?

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ ۝٦

a lam tara kaifa fa‘ala rabbuka bi‘âdTidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad,

 

اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ ۝٧

irama dzâtil-‘imâd(yaitu) penduduk Iram (ibu kota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi

 

merenungi Sejarah, peradaban masa lalu dan kaitannya dengan takwa dan iman.

 

Surat Al-Lail (92:1)

: وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ ۝١

wal-laili idzâ yaghsyâDemi malam apabila menutupi (cahaya siang),

وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙ ۝٢

wan-nahâri idzâ tajallâdemi siang apabila terang benderang,

وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىٓۙ ۝٣

wa mâ khalaqadz-dzakara wal-untsâdan demi penciptaan laki-laki dan perempuan,

اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗ ۝٤

inna sa‘yakum lasyattâsesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam.

فَاَمَّا مَنْ اَعْطٰى وَاتَّقٰىۙ ۝٥

fa ammâ man a‘thâ wattaqâSiapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa

وَصَدَّقَ بِالْحُسْنٰىۙ ۝٦

wa shaddaqa bil-ḫusnâserta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga),

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗ ۝٧

fa sanuyassiruhû lil-yusrâ

Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan).

وَاَمَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰىۙ ۝٨

wa ammâ mam bakhila wastaghnâAdapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)

وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙ ۝٩

wa kadzdzaba bil-ḫusnâserta mendustakan (balasan) yang terbaik,

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ ۝١٠

fa sanuyassiruhû lil-‘usrâKami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan.

وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙ ۝١١

wa mâ yughnî ‘an-hu mâluhû idzâ taraddâHartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.

  1. Surat At-Takwir (81:18):

 

5.  وَالَّيْلِ اِذَا عَسْعَس۝١٧

 

wal-laili idzâ ‘as‘asdemi malam apabila telah larut,

6.  وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ ۝١٨

wash-shub-ḫi idzâ tanaffasdemi subuh apabila (fajar) telah menyingsing,

7.  اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ ۝١٩

innahû laqaulu rasûling karîmsesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)

8.  ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ ۝٢٠

dzî quwwatin ‘inda dzil-‘arsyi makîn

yang memiliki kekuatan dan kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ʻArasy,

9.  مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْنٍۗ ۝٢١

muthâ‘in tsamma amînyang di sana (Jibril) ditaati lagi dipercaya.

 

(6) Waktu sebagai Amanah dan Ujian

Rasulullah ﷺ bersabda:

 “Ada dua nikmat yang sering dilalaikan oleh banyak manusia: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari, no. 6412)

Ada pepatah Arab yang sangat terkenal:

  • Al-Waqtu kassaif (الوقت كالسيف): "Al-waqtu" berarti waktu, dan "kassaif" berarti seperti pedang.
  • In lam taqtha'hu (إن لم تقطعه): "In lam taqtha'hu" berarti "jika engkau tidak memotongnya" atau "jika engkau tidak memanfaatkannya".
  • Qatha'aka (قطعك): "Qatha'aka" berarti "ia akan memotongmu" atau "ia akan menebasmu". 

Artinya, waktu bukan hanya sesuatu yang berlalu, tetapi juga sesuatu yang menentukan—antara keberuntungan dan kerugian, antara surga dan neraka.

(7) Doa Penutup Khotbah Pertama

 KHUTBAH KEDUA

(8) Pembuka Khotbah Kedua

(9) Doa penutup  

Wednesday, 7 January 2026

Terima kos Putri di Rawamangun (Jakarta Timur)

Terima kos putri.

2 Kamar non-AC 


Di Jln Paus Dalam

(Belakang Arion Mall, dekat terminal bis Rawamangun dan jalur TransJakarta)








Data kamar kosan sbb :  

1.kmr mandi luar (B3) 

2.WIFI, TV, Kulkas,  (bersama), 

3.bisa cuci baju n gosok sendiri. 

4.Satpam komplek 24 jam +CCTV. 

5.daerah tenang, aman, hijau 

6. Dekat masjid.


7. Biaya AC Rp.1.700K/bulan

Utk non AC Rp.850K/bulan

#kostjaktim #kosjatim #kostputri #kosputri #kosjakarta #kostjakarta #kostjakartatimur #kostrawamangun #kosrawamangun


Untuk info lebih lanjut dan viewing, buat perjanjian dengan Pak Eko di wa 0811960830.

Tuesday, 13 May 2025

Menyelami Makna ‘Urf dalam Tradisi dan Film Indonesia (Ceramah di Kemenekraf, 14 April 2025)

 

Catatan:

Pada 14 April 2025, saya diminta berceramah di Kementerian Ekonomi Kreatif dalam acara halal-bihalal.  Maka inilah materi dan video ceramah saya.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih kepada Pak Amin (Direktur Musik) yang telah mengundang saya.




Kembali Fitri Dengan Kreativitas: Menyelami Makna ‘Urf dalam Tradisi dan Film Indonesia


Lebaran atau Idul Fitri merupakan momen yang sangat istimewa bagi umat Muslim di Indonesia dan berbagai negara dengan kultur Melayu. Selain sebagai perayaan akhir Ramadan, lebaran juga penuh dengan kreativitas yang lahir dari kearifan lokal (’Urf). Ekky Imanjaya PhD menyajikan sebuah gambaran menarik tentang bagaimana budaya dan tradisi lokal memperkaya cara orang Indonesia mengekspresikan Idul Fitri, sekaligus mempertahankan identitasnya dalam dunia modern.


**Kreativitas dalam Tradisi Lebaran**


Pertama, kita bahas tentang ujaran khas Lebaran di Indonesia: *Minal Aidin wal Faizin, Maaf Lahir Batin*. Ucapan ini bukan sekadar frase biasa, melainkan memiliki akar historis dalam hadis Nabi dan makna yang mendalam. "Aid" bisa berarti kembali, dan "Fitri" dapat merujuk pada fitrah atau tempat berkumpulnya makanan saat sarapan selepas puasa. Jadi, saat mengucapkan "Minal Aidin wal Faizin," sebenarnya kita berdoa agar diri kita kembali ke fitrah yang suci dan meraih kemenangan atas hawa nafsu. Di Indonesia, lagu-lagu karya Ismail Marzuki yang satir dan kritis juga menjadi bagian dari lebaran, menggambarkan kreativitas masyarakat dalam menghidupkan suasana.


Selanjutnya, tradisi halal bi halal adalah bukti inovasi ulama nusantara dalam memelihara silaturahmi. Sejarahnya panjang, dari masa Wali Songo yang menggunakan ritual Dharma Sunya hingga kebiasaan saling memaafkan di masa kerajaan Jawa. Kata "halal bi halal" sendiri baru masuk dalam kamus pada era kolonial Belanda, tapi keberadaannya menjadi simbol indah sebuah momen saling memaafkan yang sangat khas di Indonesia.


**Urf sebagai Sumber Kreativitas Ulama dan Sineas**


‘Urf, atau kearifan lokal, menjadi landasan penting dalam merumuskan berbagai inovasi tradisional dan modern. Dalam fiqh (hukum Islam praktis), ‘Urf sering digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan fatwa yang sesuai dengan zaman dan tempat. Imam Syafii pun pernah berbeda fatwa tergantung ruang dan waktu, menyesuaikan dengan budaya setempat. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dalam beragama dan berbudaya tidak lepas dari ‘Urf.


Contoh nyata lain dari kreativitas ‘Urf dalam dunia film Indonesia adalah bagaimana para sineas memanfaatkan folklore dan urban legend. Film seperti pocong dan ruqyah tidak hanya sekadar horor, tetapi juga mengandung kedalaman budaya dan kepercayaan masyarakat. Pocong, misalnya, bukan hanya cerita seram, melainkan juga mencerminkan kedekatan budaya Muslim Indonesia terhadap adat dan kepercayaan lokal. Film ini sukses karena menyajikan cerita yang resonan secara budaya dan psikologis.


Demikian juga dengan genre ruqyah—pengusiran jin dalam cerita horor Islami—menjadi inovasi unik karena menyesuaikan dengan pengalaman dan kepercayaan masyarakat Muslim Indonesia. Film seperti *Qodrat* bahkan menggabungkan unsur supernatural dan kearifan lokal dalam format superhero, membuktikan bahwa ‘Urf menjadi inspirasi penting dalam pembuatan karya yang dekat di hati penggemar.


**Kesimpulan**


Kreativitas di Indonesia selalu turut dilandasi oleh ‘Urf, sebagai kekayaan budaya yang tak ternilai. Dari tradisi lebaran yang penuh makna hingga film horor yang memanfaatkan folklore dan kepercayaan lokal, semua menunjukkan bahwa ‘Urf adalah sumber kekayaan yang tak pernah habis untuk dijelajahi dan dikembangkan. Melalui inovasi dan kearifan lokal inilah, Indonesia mampu mempertahankan identitasnya sekaligus berkembang dalam dunia modern yang penuh tantangan.


Dengan memahami dan menghargai ‘Urf, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan karya dan tradisi yang relevan dan bermakna bagi generasi mendatang. Lebaran bukan sekadar perayaan, tetapi juga saatnya kita merenungkan bahwa kreativitas dan kearifan lokal adalah kunci utama dalam membangun identitas bangsa yang kuat dan berbudaya tinggi.

Sunday, 16 March 2025

20 tahun “Macet”!

Macet (2005) adalah film dokumenter  Ekky Imanjaya pertama, yang ia sutradarai bersama rekan-rekannya.

Ekky membuat film ini di sela-sela tugasnya sebagai wartawan di D’Maestro. Hal ini membuatnya punya akses ke Nicholas Saputra dan Dian Sastro, yang ia turut wawancarai.

Film ini diproduseri oleh Dyah Indrapati dan Bobby Batara, koleganya kala itu di dunia jurnalisme.

Editornya adalah Darwin Nugraha yang kala itu tinggal di Jogjakarta.  

Saat mengedit itulah, Ekky bertemu dengan Ismail Basbeth, yang saat itu belum terjun ke dunia film. Basbeth pun menyumbangkan satu lagu yang khusus dibuat untuk film ini, bersama bandnya, Reflection of Reality. Judulnya Yogya betul: Tecam.



Lagu lainnya yang masuk adalah 100 km/jam (Brandals), Aku Cinta J.A.K.A.R.T.A (C'mon Lennon), dan lagu tema: Macet (Project Pop).

Film ini dinobatkan sebagai “best Documentary on urban transport trip in Asia”, sebuah ajang kontes video yang dikelola oleh GTZ Sustainable Urban Transport Project (SUTP), Bangkok, 2006.. 

Film ini juga diputar di Public Access Festival 2007 (Seoul) dan Festival Film Dokumenter 2005, atas kurasi Boemboe Forum.

Trims juga kepada Hard Rock FM yang mengizinkan syuting GMHR, saat penyiarnya Lucy Wiryono-Melaney Ricardo

Setelah 20 tahun, agaknya isu macet masih saja relevan di Jakarta.


Setelah itu, Ekky meyutradarai dokumenter pendek SOB (Senjakala Orde Baru, 2006), penugasan dari jurusan Sejarah UNJ; dan The Tielmans (2010) tentang Andy Tielman dan keluarganya dari band indorock The Tielman Brothers. Pada 2020, bersama Nayla Majestya, Ekky membuat video essay What Makes A Film A Pocong Film; serta  Gus Dur Bapak Tionghoa Indonesia, yang merupakan hasil dari proyek inisiatif Peranakan. Semuanya film dikumenter pendek,


Pada 2024, Ekky menjadi co-produser film dokumenter panjang Suzzanna: the Queen of Black Magic (David Gregory, 2024).

Simak film Macet di sini:



Sunday, 9 March 2025

Terima Kos Putri: Rawamangun (Jakarta Timur) (Foto)

Terima Kos Khusus Putri.


Belakang Arion Mall, Rawamangun, Jakarta Timur

Dekat Universitas Negeri Jakarta (UNJ),  Kawasan Industri Pulo Gadung, Kelapa Gading.


Fasilitas

- Satpam komplek 24 jam +CCTV. 

- Daerah tenang, aman, hijau.

- Dekat Terminal Bis Rawamangun, Halte TransJakarta (Busway)  dan LRT.

- Free Wifi

-  Parkiran motor


A. Kamar Mandi Luar:

Fasilitas 

1. Kamar Mandi Luar (untuk 3 orang) 

 2. TV, Kulkas,  (bersama)

3.Bisa cuci baju dan  gosok sendiri.


(A1) Kamar Mandi Luar Non AC: Rp .800K/bln 

 




(A2) Kamar Mandi Luar  AC: Biaya Rp.1.700K/bulan







Jika  ada tambahan peralatan elektronik/listrik lain, maka   ada bantuan biaya listrik Rp.50K per bulan.



B. Kamar Mandi Dalam

B1. Kamar Mandi Dalam non AC: Rp 800K/bln








Hubungi: Pak Eko (0811960830) 


#Indekost #Kost #IndekosJaktim #IndekostJaktim #KostPutriJaktim #IndekostPutriJaktim #IndekostPutri #KostPutri #JakartaTimur #Rawamangun


Saturday, 17 August 2024

Tips pola kerja mahasiswa S2 dan S3

 Tips pola kerja mahasiswa S2 dan S3 (khususnya di UK). Berdasarkan pengalaman pribadi.

Harap diingat, di Inggris, topiknya sangat sempit: satu saja. tapi mesti sangat amat dalam.

(1)  cek brp minimal kata. misalnya minimal 80 rb kata. nah, nulis patokannya 80 ribu itu.terus dibagi: introduction berapa ribu, conclusion berapa, dan mau berapa bab.dibagi rata.

 2) bawa bahan2 yang terkait tesismu dari Indonesia, krn tidak ada jaminan materi2 itu ada online atau di kampus di luar negeri. Atau bisa diakses di luar. Misalnya, buku2 bhs  Indonesia, film (donlot dari yg legal).

Mulai kumpulkan referensi terkait topikmu yg berbahasa Inggris.

(3) polanya: 1 month on (nulis), 1 month off (libur, kerjain yang lain, butuh distraction).  atau disesuaikan aja. yg penting seimbang antara sebagai phd student dan kehidupan sosial lainnya

Saat off, kerjakan hobi yg menjaga kesehatan mentalmu. atau main dgn keluarga/teman dll.


(4) "write like a shark" dan "nulis tesis s3 itu seperti bikin puzzle". jadi, kl aku, nulis draft 1 semua bab (yg disepakati dgn pembimbing). dan jadinya nanti kayak puzzle yg makin lama makin utuh keliatan gambarnya.

 Tulis introduction di paling akhir.

nanti stlh  semua draft 1 semua bab ditulis, akan keliatan bolong2nya.di situ br ditambal2. stlh itu, br nulis introduction.

Setelah itu, baru dilihat lagi dari awal, dijahit, disemir. Jadi draft 2 semua.

Baru tulis conclusion & proofread

Soal Proofreader. Carilah proofreader atau kolega yang sama2 S2/S3, yang native speaker (English) DAN (baca: DAN) memang di bidang yg sama denganmu.

Kl saya, topik kajian film,cari kolega yg jg dari kajian film untuk proofread.

orang Indonesia menulis tesis dlm bahasa Inggris tentu tingkat kesulitannya ganda.

tp ingat: gak paham bhs Inggris ada 2 macam:

- yg gak menguasai tata bahasanya.

- yg gak menguasai topiknya

Byk native speaker yg kesulitan jg kok.

Ingat: risetmu, kamu yg plg memahami! PD aj

5) pilih 5 kata kunci, dan jangan beranjak dari situ. jadi JANGKAR. penting banget. jd, ruang lingkup tesis kita ditulis bdasarkan 5 kata kunci itu & irisan2nya, dan jgn berubah2. Kl berubah, cukup 1 atau maksimal 2 dan jgn bergeser jauh dr awalnya.

Kalau tidak, bakalan kemana2.

(6) ada masanya kita mesti di tahap menoreh "titik". artinya, walau nanti ad paper2/buku baru terkait risetmu, dlm tahap tertentu, cuekin aja. krn g bakalan kelar2 kl dirimu nambah2 referensi baru. referensi2 baru itu nanti aja kalau tesisnya mau dibuat buku or  dijadiin paper.

ingat! 

Tesis yang baik bukanlah yang cum laude. Tapi yang selesai ditulis, berhasil disidang, dan (pada akhirnya) lulus. dan TIMELY GRADUADE.

kiat-kiat di atas adalah saran dari pembimbing saya sewaktu S3 di Film Studies, University of East Anglia, yaitu Prof. Mark Jancovich dan Dr. Rayna Denison.

Saya berterima kasih kepada keduanya.

Terima kasih sudah menyimak.

Semoga bermanfaat.

Tetap semangat!