Friday, 26 December 2014
Wednesday, 24 December 2014
Ucapan Hari Natal dan Rasa Bahasa
Sejak lama saya “curiga” kalau masalah halal-haram mengucapkan “selamat natal” adalah masalah rasa bahasa. Sekitar 20 tahun lalu, waktu masih kuliah di FSUI, dosen agama Islam yang juga pengurus Masjid UI menyatakan bahwa sah-sah saja mengucapkan Merry Christmas karena artinya adalah semoga Christmas-nya Merry (meriah, penuh kegembiraan). Tidak ada unsur pengakuan terhadap akidah agama lain, atau terlibat dalam ibadah mereka. Mungkin, karena Merry Christmas diterjemahkan menjadi “selamat hari natal”, ada kata “selamat” yang barangkali bisa ditafsirkan dengan makna “memberikan doa keselamatan”, atau “mengakui ajaran”. Atau semacamnya. Padahal, arti sesungguhnya ya, sederhana: Semoga Perayaan Natalnya penuh kegembiraan dan sukacita.Tidak ada urusan dengan ritual ibadah dan akidah.
Eh, belakangan nemu ada tulisan menarik dari Ahmad Sarwat, yang membahas hal serupa. Dan dia juga menyatakan kalau dalam bahasa Arab, pelafalannya adalah Eid Said (Eid = hari raya, Said = bahagia), yang kurang lebih bermakna “semoga hari rayanya penuh kegembiraan”, dan tidak ada unsur mendoakan atau pengakuan sama sekali,
Ini linknya: http://www.rumahfiqih.com/x.php…
Sepertinya cukup membahas urusan beginian. Semoga tidak ada diskusinya lagi di tahun-tahun mendatang.
Terakhir: Merry Christmas for my Christian friends! Selamat Merayakan Hari Natal bagi teman-teman Kristiani!
Sunday, 21 December 2014
Transportasi di Norwich dan Norfolk
Bagi yang akan atau baru tiba di Norwich, semoga info ini
bermanfaat.
Berkaitan dengan transportasi, Norwich adalah kota yang
menyenangkan, karena tidak terlalu besar. Ongkos bis (yang paling umumnya,
First) memang agak mahal, baik di Norwich atau di Inggris raya secara umum.
Tapi kalau kita mahasiswa, atau dibawah 19 tahun (young person), maka harganya
bisa jauh lebih murah. Dan kalau sering menggunakan bis, sebaiknya beli all day
ticket. Khusus untuk mahasiswa, ada bus pass tahunan yang jauh berhemat, bahkan
jika kita hanya menggunakannya di akhir pekan. Dan bis
no 25 dan 26 (dulu 25 dan 25A atau 35) beroperasi hingga larut malam (sekitar
pukul 2 dini hari), enak tuh yang rumahnya di dekat kampus, di sekitar city
center, atau di area Golden Triangle (Unthank Road dan Earlham Road). Khususnya
untuk First bus, jangan terlalu percaya dengan jadwalnya. Acap kali mereka
datang 5 menit lebih awal atau terlambat. Jadi, kasih waktu sekitar 5-7 menit tiba lebih awal
di halte bisnya.
Di Norwich, Taksi tidak terlalu mahal, apalagi kalau
patungan. Tapi taksi yang ngetem di tempat umum (di dekat jalan utama, atau di
bandara dan terminal bis dan stasiun kereta) lebih mahal daripada taksi yang
biasa. Untuk taksi regular, kita tidak bisa asal menyetop di pinggir jalan,
tapi harus pesan dulu via telepon.
Urusan ke luar kota, Norwich hanya 2 jam dari London dan 45 menit ke
Cambridge—kalau saja mau jalan-jalan dan bosan dengan rutinitas sehari-hari. Yang paling murah meriah tentu adalah MegaBus
yang bisa kita beli 1 Pounds saja, jika dibeli jauh-jauh hari. Tapi Megabus
leletnya minta ampun, mending pilih National Express. Keduanya bisa dicegat di
terminal bis di kota atau di UEA.
Kalau mau agak cepat dan lebih nyaman, naiklah kereta api.
Kalau kita punya railcard (apakah itu Family and Friends card, 16-25 card, dll)
ada diskon 30%. Dan mahasiswa di atas 25 tahun, bisa tetap menggunakan 16-25
railcard tapi harus ada surat keterangan dari UEA. Dan, kalau kita beli tiket
jauh-jauh hari, harganya jauh lebih murah.
Terakhir, Norwich punya bandara internasional. Tapi, saran
saya, kalau tidak darurat atau ribet, sebaiknya hindari naik pesawar dari atau
ke Norwich langsung, karena muahal. Sebaiknya naik dari Bandara Heathrow
(London), walau jaraknya 4,5 jam kalau naik National Express (naik kereta api
lebih cepat, tapi ribet, harus turun dua kali, salah satunya naik Tube alias
kereta bawah tanah . ribet kalau bawa banyak barang karena ada kemungkinan naik
turun tangga dan jalannya agak jauh). Kalau untuk pertama kalinya datang, atau
pulang habis, naik dari Norwich airport saja. Atau, naik taksi ke Heathrow
(atau bandara lainnya di London).
Bis:
Bus Pass untuk Student: https://www.firstgroup.com/students/tickets.php
Kereta Api
National rail: http://www.nationalrail.co.uk/
Greater Anglia: http://www.abelliogreateranglia.co.uk/
Bis antar kota:
Megabus: http://uk.megabus.com/
National Express: http://www.nationalexpress.com/home.aspx
Taksi
Taksi
ABC: http://www.abctaxisnorwich.co.uk/, 01603 666333
Beeline: http://www.beelinetaxisnorwich.co.uk/
; 01603767676
5 Stars: http://www.5startaxis.com/,
01603555555, 0800575575
Jengis (langganan saya. Lebih murah tapi acap sibuk dan gak
bisa narik): https://www.facebook.com/pages/Easy-Taxi-Norwich/239021476278328?fref=ts
07450901080
Mengelola Perjalanan
Di Norwich, lebih
mudah untuk merencanakan perjalanan. Tak
perlu Tanya orang, langsung saja cari langsung secara online.
Untuk bis, khususnya First, ada appsnya yang bisa diunduh ke
smartphone. Atau coba website Traveline: Travelineeastanglia.co.uk yang akan menjelaskan naik darimana naik apa
dan berapa lama.
Jalan-jalan di sekitar Norfolk, bisa dibaca di sini:
Saturday, 13 December 2014
Friday, 5 December 2014
Wednesday, 19 November 2014
AHOK, KEPEMIMPINAN NON-MUSLIM, DAN HIJRAH.
Wah, asyik Ahok jadi Gubernur DKI. Mengingatkan saya pada dua tokoh non-Muslim yang dipercaya LANGSUNG oleh Rasulullah SAW untuk “memimpin” masyarakat Muslim di kala krisis dan keduanya berkaitan langsung dengan Hijrah.
Pertama, hijrah umat Islam yang pertama kali adalah ke Habsyi (Abbessina atau Ethiopia), di tahun kelima dan ketujuh setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul. Raja dari Afrika itu bernama Najasyi (Negus) yangberagama Nashrani dan dikenal sebagai seorang raja yang baik hati, taat pada ajaran agamanya, menjamin keselamatan seluruh penduduk dan tamu-tamunya.
Kedua, sewaktu Nabi dan Abu Bakar berangkat hijrah--salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam dan menjadi patokan awal kalender Hijriah--penunjuk jalannya adalah seorang penyembah berhala bernama Abdullah bin Uraiqith. Nabi mempercayakan “kepemimpinan” seorang Musyrik di peristiwa paling bersejarah, karena profesionalitas dan keahliannya, serta nilai-nilai yang dia terapkan dalam keseharian.
Sepertinya, dalam kasus-kasus tertentu yang sedemikian genting bin semrawut, komunitas Muslim harus diatur oleh seorang Negus dan Abdullah bin Uraiqith, karena profesionalitas dan kemampuannya. Dan untuk Jakarta, inilah saatnya! Mari kita “berhijrah”! #GubernurAhok
Pertama, hijrah umat Islam yang pertama kali adalah ke Habsyi (Abbessina atau Ethiopia), di tahun kelima dan ketujuh setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul. Raja dari Afrika itu bernama Najasyi (Negus) yangberagama Nashrani dan dikenal sebagai seorang raja yang baik hati, taat pada ajaran agamanya, menjamin keselamatan seluruh penduduk dan tamu-tamunya.
Kedua, sewaktu Nabi dan Abu Bakar berangkat hijrah--salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam dan menjadi patokan awal kalender Hijriah--penunjuk jalannya adalah seorang penyembah berhala bernama Abdullah bin Uraiqith. Nabi mempercayakan “kepemimpinan” seorang Musyrik di peristiwa paling bersejarah, karena profesionalitas dan keahliannya, serta nilai-nilai yang dia terapkan dalam keseharian.
Sepertinya, dalam kasus-kasus tertentu yang sedemikian genting bin semrawut, komunitas Muslim harus diatur oleh seorang Negus dan Abdullah bin Uraiqith, karena profesionalitas dan kemampuannya. Dan untuk Jakarta, inilah saatnya! Mari kita “berhijrah”! #GubernurAhok
Berikut adalah adegan di The Message (Al-Risalah)--salah satu film wajib para ikhwan tahun 1990an kalau sedang mabit atau daurah--tentang bagaimana delegasi hijrah pertama Muslim bertemu Raja Negus.
https://www.youtube.com/watch?v=y9BksDe4zXk
https://www.youtube.com/watch?v=y9BksDe4zXk
Tuesday, 4 November 2014
KITLV Reading Room gone, collection remains
KITLV Reading Room gone, collection remains
KITLV Reading Room gone, collection remains http://www.insideindonesia.org/latest-articles/kitlv-reading-room-gone-collection-remains#.VFgYzrfv1t4.twitter <-- tot ziens, zoete herinneringen
KITLV Reading Room gone, collection remains http://www.insideindonesia.org/latest-articles/kitlv-reading-room-gone-collection-remains#.VFgYzrfv1t4.twitter <-- tot ziens, zoete herinneringen
Subscribe to:
Posts (Atom)
