Sunday, 3 March 2013

JavaJazz Festival 2013 Live Streaming Day 3


today is the last day: schedule (+7 GMT): Sunday March 3rd 2013
15:15 - 16:30 4 DEKADE - ODDIE AGAM & FRIENDS with TWILITE ORCHESTRA
16:30 - 17:45 PHIL PERRY & BRIAN SIMPSON
17:45 - 19:00 EARL KLUGH
19:00 - 19:25 SPYRO GYRA
19:25 - 20:15 Kaori Kobayashi (Saturday Performance)
20:15 - 21:45 CRAIG DAVID
21:45 - 23:00 GLENN FREDLY & BAKUUCAKAR

Friday, 1 March 2013

Misteri Gunung Ghoulish (Mystery of Mount Ghoulish)

for English, please scroll down


Disyut jam 11 siang selama 4 jam, selesai editing jam 1 malam :), ini adalah hasil workshop sebuah acara outing. A Gn. Ghoulish Production 2012. Trims buat semua pemain dan kru! walau dibuat dengan alat dan sdm serta kualitas seadanya, it was fun! ;p. konsepnya agak2 sok cult-exploitation wanna-be.

sinopsis:
tiga orang kawan lama melakukan reuni. Irma "memaksa" mereka reuni di tengah hutan, seperti masa remaja dulu. Jane sebenarnya tidak setuju dengan ide itu, dan lebih memilih di kafe saja. Sedangkan Feri sedang dikejar deadline. di tengah hutan, mereka bertengkar, dan menarik perhatian para penghuni gunung.

(Mystery of Mount Ghoulish)

Shot only in 4 hours, starting at 11am, and edited until 1am. This is just a result of a workshop in an outing event. the film was made with very simple and limited equipment and human resources. It was fun. The idea is to make a homage of cult-exploitation moviees.

synopsis:
Three old friends gather for a reunion. Irma "forces" her friend to do outing in the jungle, as they used to experience in their school time. Jane prefers to sit and chat in at the cafe, while Feri is under pressure of tight deadline. In the forest, they continue to argue, and  attract the attention of the citizens of the mountain.

Sorry, no English subtitles.




 A Gn. Ghoulish Production 2012. Thanks to all crews and actors.

Saturday, 23 February 2013

Free Jafar Panahi!

Again, Iranian Filmmaker Jafar Panahi got trouble from the government.  Free Jafar Panahi! 

"England has its own weather"

... said an old man sitting next to me at the bus stop.
and now, it is snowing again....

Wednesday, 20 February 2013

Indonesia's killing fields - 101 East - Al Jazeera English

Indonesia's killing fields - 101 East - Al Jazeera English

this particular documentary confirms other documentaries such as Mass Grave, 40 Years of Silence (and other works by David Lemelson), and The Act of Killing as well as feature-lenght film such as Sang Penari (The Dancer, adapted from a great novek, Ronggeng Dukuh Paruk), or works by Pramoedya Ananta Toer . but at that time, the athmosphere is to kill or to be killed (PKI also did some terrors, though, before 30 Sept 1965). and the military just made it worse and provoke religious leader (in Bali and Java) to kill million people without trials. indeed , the darkest history of Indonesia. but, there is an official findings by Human Right Committe about it, though : http://www.humanrightsfirst.org/2012/08/13/indonesian-report-on-1965-violence-shines-light-on-gross-human-rights-violations/ or ini: http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/07/120723_pelanggaranham.shtml

interestingly, one of the first speeches of Gus Dur (Abdurrahman Wahid, former chairperson of NU) when he became President of Indonesia is to apologize to the victims, and he even tried to take out the regulation which forbid Indonesia to teach and discuss Marxism.

Saturday, 16 February 2013

MEndadak ABRE

Mendadak ada semangat untuk mengumpulkan jejak rekam saya bermusik. file lagu-lagu NGeK masih ketinggalan di Jakarta. Tapi tiga lagu ABRE  alias Abortus Religius ada di dropbox. Maka saya pun membuat akun di Myspace. Selamat menikmati Efa, Fenomena, dan Jangan Pergi di sini

Oh ya, ini ada beberapa klip.
Ini adalah video klip official (cieile gaya pake istilah "official") dan satu-satunya dari ABRE: Fenomena. Diunggah 6-6-2010. Produksi Sindikat Jakarta:


Ini juga Fenomena, tapi versi live. Kami mengadakan konser mini di acara Swarakahwa, Coffeewar, Kemang Timur, Jakarta. Di lagu ini, kami meminta Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca untuk menjadi vokalis tamu. Februari 2010.







Lanjut...berikut adalah Minimanamunu, manggung menjelang pemilu kami mengusung lagu-lagu kritik sosial yang ringan dan kocak. Bertempat di acara Sunday Extravaganza Margocity, Depok, 2 Mei 2009. Ah, jadi kangen sama Almarhum Veda, drummer kami yang mengunggah video ini :((. RIP bro!



berikut adalah Aku Kecewa, masih tema yang sama, Mals Pemilu ). Kali ini di FIB UI, Depok 24 April 2009.

lebih lanjut, bisa ke akun FB kami atau ke Reverbnation.

Lantas, apa itu ABRE?
Abortus Religius a.k.a. ABRE adalah kelompok band alumni Fakultas Sastra (Sekarang FIB) UI, yang didirikan awal 1990an, dan lama vakum, dan akhirnya bermusik lagi pada 2009-2010. Mengusung lagu-lagu yang mengangkat fenomena yang terjadi di masyakarakat seputar politisi busuk, pemilu, caleg, dan golput dengan jenaka tapi serius. Intinya, ABRE menghimbau para pemilih agar berhati-hati dan tidak lekas percaya begitu saja dengan janji-janji caleg.

Nama "Abortus Religius" sebenarnya  bisa diartikan apa saja oleh siapa saja. Ada yang menyatakan arti term ini adalah semangat melepaskan kegiatan seni budaya dari label-label agama tertentu, dan menolak pengkotak-kotakan semacam itu--karena untuk menyatakan atau menyerap kebajikan dan kebaikan bisa dari aliran musik mana saja. Silahkan tafsirkan sendiri makna Abre menurut Anda.


Band ini terdiri dari Syukri Ahmad Fanani (vokal, gitar), Fahmi Alatas (bas), Ekky Imanjaya (keyboard), Hidayat 'Yayat' Tomu (lead gitar), Dodik Kidod (gitar) dan alm Veda Amrita (drum).



















Saturday, 9 February 2013

Ketika Skype Saja tidak Cukup



Kalau sudah tengah malam dan besoknya akhir pekan, baru deh berasa ingin main-main sama si Meimei Azzahra....

Kangen momen-momen emas seperti di bawah ini:


Meimei dan Ipad-nya




Meimei joget :)




Meimei waktu belajar jalan, dalam suasana proklamasi kemerdekaan.

18 Maret adalah hari yang kunanti-nanti, ketika aku bertemu lagi dengan Meimei dan, tentu saja, ibunya :)


MEimei Nyanyi