Wednesday, 19 November 2014

AHOK, KEPEMIMPINAN NON-MUSLIM, DAN HIJRAH.



Wah, asyik Ahok jadi Gubernur DKI. Mengingatkan saya pada dua tokoh non-Muslim yang dipercaya LANGSUNG oleh Rasulullah SAW untuk “memimpin” masyarakat Muslim di kala krisis dan keduanya berkaitan langsung dengan Hijrah.
Pertama, hijrah umat Islam yang pertama kali adalah ke Habsyi (Abbessina atau Ethiopia), di tahun kelima dan ketujuh setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul. Raja dari Afrika itu bernama Najasyi (Negus) yangberagama Nashrani dan dikenal sebagai seorang raja yang baik hati, taat pada ajaran agamanya, menjamin keselamatan seluruh penduduk dan tamu-tamunya.
Kedua, sewaktu Nabi dan Abu Bakar berangkat hijrah--salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam dan menjadi patokan awal kalender Hijriah--penunjuk jalannya adalah seorang penyembah berhala bernama Abdullah bin Uraiqith. Nabi mempercayakan “kepemimpinan” seorang Musyrik di peristiwa paling bersejarah, karena profesionalitas dan keahliannya, serta nilai-nilai yang dia terapkan dalam keseharian.
Sepertinya, dalam kasus-kasus tertentu yang sedemikian genting bin semrawut, komunitas Muslim harus diatur oleh seorang Negus dan Abdullah bin Uraiqith, karena profesionalitas dan kemampuannya. Dan untuk Jakarta, inilah saatnya! Mari kita “berhijrah”! ‪#‎GubernurAhok‬
Berikut adalah adegan di The Message (Al-Risalah)--salah satu film wajib para ikhwan tahun 1990an kalau sedang mabit atau daurah--tentang bagaimana delegasi hijrah pertama Muslim bertemu Raja Negus.
https://www.youtube.com/watch?v=y9BksDe4zXk